Kamis, 26 Januari 2017

BAB 2 Tapestri




 Tapestri
                Adalah teknik yang berhubungan dengan membuat kerajinan.Media yang digunakan berupa benang,sabut kelapa,kain,kertas yang dugulung kecil,serta benda-benda lain.
A.Tapestri
                Kata tapestri diambli dari bahasa Prancis Tapiesserie yang berarti penutup lantai atau bahasa Latin Tpestrum,sejenis sulaman yang memiliki banyak teknik.Tapestri sendiri adalah sebuah teknik membuat karya tekstil dengan cara menenun benang-benang,serat-serat,dan bahan lain seperti kayu,logam,dan rotan dalam satu komposisi benda yang memiliki fungsi seni dan pakai.
                Struktur bentuk tapestri terdiri dari tenunan benang Lungsi dan benang Pakan yang dibuat menjadi barang atau benda seni tertentu.Benang lungsi adalah jalinan benang-benang yang menghadap kearah vertikal,sedangkan benang pakan adalah benang yang mengarah horizontal dan menjadi bagian dari benang yang membentuk bidang gambar tertentu.
B.Bahan dan Alat Tenun Tapestri
1.Alat tenun Tapestri
a.Bentangan(Spanram)
                digunakan untuk mengaitkan benang lungsi dan jalinan pakan yang membentuk corak atau motif tenunan.
b.Gunting
                digunakan untuk memotong sisa benang dan bahan-bahan yang berlebih dan tidak terpakai.
c.Sisir
                digunakan untuk merapatlan benang-benang yang sudah ditenun sampai mendapatkan kerapatan yang baik.
d.Paku Penggulung
                digunakan untuk menyisipkan benang pakan pada benang lungsi sehingga membentuk corak/motif tenu.
2.Bahan tenun Tapestri
                Antara lain seperti :
a.Benang Wol
b.Kain Perca
c.Bambu
d.Manik-Manik
C.Teknik Tapestri
                Ragam hias dengan menggunakan teknik tapestri dilakukan dengan menenun benang pakan pada benang lungsi yang dikaitkan pada bentangan kayu yang disebut Spanram.Tahapan dalam membuat ragam hias dengan teknik tapestri sebagai berikut.
1.Menyiapkan Desain Ragam Hias
2.Membuat Jalinan Tenun Tapestri
                Ada pula teknik menenun dalam tapestri yaitu :
1.Teknik tenun simetris
                Teknik tenun tapestri menggunakan teknik tenun simetris yaitu teknik memasukkan benang pakan sejajar dengan tenunan benang pakan lainnya dan terkait diantara benang lungsi sehingga membentuk ragam hias.
2.Teknik tenun asimetris
                Teknik asimetris yaitu teknik menenun dengan benang pakan ditenun menyilang pada benang lungsinya dan dilakukan erulang-ulang sesuai dengan desain ragam hias yang dibuat.


D. Teknik Kain Tenun Indonesia

1.       Tenun gendong, yaitu benang tenun diikat mengelilingi penenun hingga punggungnya sehingga benangnya tidak terputus-putus menjadi sebuah kain panjan maupun selendang.
2.       Teknik tenun yang menggunakan bingkai kayu sebagai alat bantu tenun sehingga benangnya tidak terputus-putus, teknik ini menghasilkan sarung.
Tapestri adalah tenunan yang dibuat dari benang-benang, serat-serat, atau bahan lain, baik berwarna maupun tidak berwarna yang dipergunakan sebagai karpet, permadani, keset, dan hiasan dinding,

E. Cara Membuat Tapestry (teknik tenun):
1.       Siapkan benang lungsi yang panjangnya sama dengan panjang kain yang akan dihasilkan.
2.       Pasang benang lungsi pada cucukan.
3.       Siapkan benang pakan.
        4.    Penenun dilakukan dengan memasukkan benang pakan ke antara benang-benang lungsi. 

 


BAB 1 Penerapan Ragam Hias pada Bahan Keras



            A.Ragam Hias
  Kekayaan ragam hias daerah memberikan dentitas pada daerah yang bersangkutan.Ragam hias memiliki makna dan fungsi yang berbeda dan memiliki arti simbolik seperti,dapat menangkal roh-roh jahat,memberikan keberkahan,dan sebagai simbol pangkat atau kedudukan dalam masyarakat.
  Motif ragam hias 2 dimensi dapat diterapkan pada benda kerajinan anyaman,ukiran maupun bagian dari sisi bangunan rumah tradisional.Pada ragam hias yang bersifat 3 dimensi dijumpai pada barang-barang rumah tangga dan kerajinan tangan.
  Proses pembuatan ragam hias dapat dilakukan dengan caa memahat,menganyam,dan pengecatan.Bahan-bahan yang digunakan dapat berupa kayu,batu,bambu,rotan,mendong atau pandan.
1.Jenis-Jenis Ragam Hias
            a.Ragam Hias Flora
Jenis motif ragam hias ini merupakan pengembangan dari benuk aslinya yang diwujudkan dalam bentuk sulur-suluran.
            b.Ragam Hias Fauna
Motif ragam hias ini diambil dari jenis yang ada di daerah setempat sebagai ciri khasnya.Beberapa jenis fauna tersebut antara lain kupu-kupu,burung,gajah,kadal,dan lain lain.
            c.Ragam Hias Figuratif(Manusia)
Karakter dari bentuknya disesuaikan dengan tema dan tujuan tertentu untuk mendapatkan keselamatan,kekuatan,dan keberkahan.
            d.Ragam Hias Geometris
Bentuk ragam hias ini merupakan pengembangan bentk dasar-dasar geometris seperti lingkaran,segitiga,segi empat,segi lima,belah ketupat,dan bentuk bebas.

2.Pola Ragam Hias
            Adalah hasil susunan dari suatu aturan tertentu dalam bentuk dan komposisi tertentu.Beberapa bentuk pola ragam hias tersebut dapat dibedakan menjadi :
a.Pola Simetris
            Pola ini terbentuk dari susunan motif-motif ragam hias yang memiliki keseimbangan dan bentuk yang sama dalam susunannya.
b.Pola Asimetris
            Pola ini terbentuk dari komposisi yang tidak berimbang namun masih terlihat proporsi ,komposisi,dan kesatuan yang harmoni.
c.Pola Ragam Hias Tepi
            Pola ini bentuknya berupa pengulangan dari bentuk sebelumnya dan digunakan untuk menghias bagian tepi pada bahan tertentu.
d.Pola Ragam Hias Menyudut
            Pola ini membentuk pola segitiga dan umumnya memiliki bentuk ragam hias yang berbeda dan disesuaikan dengan bentuk ragam hias yang sudah ada.
e.Pola Ragam Hias Memusat
            Pola ini bentuk coraknya berdiri sendiri.Pola ragam hias ini gabungan dari beberapa ragam hias dan membentuk ragam hias baru.
f.Pola Ragam Hias Beraturan
            Pola ini terbentuk dari bidang dan corak yang sama.Susunan polanya merupakan pengulangan dari bentuk sebelumnya dengan ukuran yang sama.
g.Pola Ragam Hias Tak Beraturan
            Pola ini merupakan sebaran dsri beberapa motif yang berbeda dan tidak mengikuti pola proporsi dan komposisi yang seimbang.

            B.Alat dan Bahan
1.Pahat
            Memiliki mata bentuk lurus dn melengkung.Pahat digunakan untuk membuat torehan atau pahatan pada media kayu.
2.Palu Kayu
            Digunakan untuk memukul pahat yang sudah diberi sketsa ragam hias.
3.Kuas
            Digunakan untuk pemberian warna pada media kayu,batu,keramik,dan logam.
4.Politur
            Adalah pelapis dengan wara natural yang penggunaannya dilakukan dengan kuas maupun di semprot.
5.Cat Kayu/Besi
            Digunaka untuk memberi efek warna dari ragam hias yang telah dibuat.
6.Kayu/Papan
            Dapat berupa kauyu batangan atau papan.
7.Batu
            Pilih batu yang memliki permukaan rata agar mempermudah mengaplikasikan dengan ragam hias.
            C.Teknik Penerapan Ragam Hias
1.Teknik Ukir
            a. Membuat design/gambar yang digunakan untuk Pnduan mengukir.
            b.Menempelkan design pada media kayu dan kemudian mengukirnya.
            c.Mengamplas/menghaluskan dan kemudian memberi plitur/pernis.
2.Teknik Cor
            Dapat menggunakan bahan dasar kuningan,tembaga,tanah liat,gips,dan besi.
Teknik ini umumnya menggunakan bahan-bahan yang dicairkan terlebih dahulu seperti bubuk gips,tanah liat,dan logam.Bahan-bahan tersebut ada yang menggunakan air sebagai bahan tambahannya dan ada juga yang menggunakan proses pemanasan/pembakaran seperti logam.
3.Teknik Pengecatan
            Bahan-bahan yang digunakan untuk teknik pengecatan antara lain: Kuas,Palet Cat,Pensil,Cat Minyak/Akrilik,dan Kayu/Triplek.